Soul

Mendikdasmen Ajak Umat Muslim Utamakan Harta yang Halal dan Bersih

Kudus (KABARIN) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti mengajak umat Muslim untuk menjaga cara mencari dan menggunakan harta agar tetap bersih dan sesuai dengan ajaran agama. Pesan itu ia sampaikan dalam khotbah salat Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa setelah menjalani Ramadan, umat perlu melanjutkan proses perbaikan diri secara menyeluruh. Mulai dari aspek pemikiran, spiritual, lingkungan, hingga cara mengelola materi dalam kehidupan sehari hari.

Menurut Mu’ti yang juga menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, keimanan harus diwujudkan dalam sikap nyata, termasuk dalam cara memperoleh dan menggunakan harta.

Ia memperkenalkan konsep material purity, yakni upaya memiliki harta yang bersih dan halal. “Harta yang kita peroleh harus halal dan digunakan dengan cara yang halal pula,” ucapnya.

Ia mengingatkan umat agar tidak mencari harta melalui cara-cara yang dilarang, seperti korupsi maupun tindakan batil lainnya. Selain itu, umat juga diajak untuk menghindari gaya hidup boros dan berlebihan.

“Selama berpuasa kita dilatih menahan diri. Setelahnya, kita harus mampu hidup sederhana, tidak boros dan berbuat yang terbaik untuk diri sendiri, masyarakat, bangsa, serta lingkungan,” tambahnya.

Mu’ti menjelaskan pentingnya intellectual purity dengan membersihkan pikiran dari hal-hal negatif dan membangun pola pikir jernih. Sementara spiritual purity dilakukan dengan memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dia menekankan environmental purity atau kepedulian terhadap lingkungan, dengan menjaga kebersihan serta menghindari tindakan yang merusak alam.

Salat Idul Fitri yang diikuti ribuan warga Muhammadiyah tersebut berlangsung khidmat. Pelaksanaan dipindahkan ke Gedung Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus karena kondisi lokasi awal tidak memungkinkan akibat cuaca.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Rektor III UMKU sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus Rizka Himawan.

Momentum Idul Fitri, lanjut Mu’ti, diharapkan menjadi sarana untuk membersihkan hati dan memperkuat nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Ia juga menyinggung kondisi konflik global yang masih terjadi dan berharap pihak-pihak yang bertikai dapat menahan diri serta menghentikan kekerasan.

"Kita harus menjaga kerukunan dan persatuan, karena itu merupakan modal penting untuk membangun Indonesia menjadi negara yang maju dan bermartabat," ujarnya.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: